Pertanyaan pertama saat menyewa colocation hampir selalu berapa harga sewa per rack per bulan? Angka itu paling mudah dibandingkan, dan justru karena itu paling sedikit membedakan. Dua penawaran dengan harga nyaris sama bisa berbeda jauh saat listrik kota padam pada pukul dua pagi, atau saat teknisi Anda perlu masuk ruang server di hari libur.
Yang membedakan ada di lampiran, bukan di halaman depan penawaran: berapa daya yang benar-benar boleh Anda tarik, apa yang terjadi ketika satu sumber daya mati, dan berapa lama prosedur akses berjalan sebelum tangan Anda menyentuh perangkat.
Tiga hal yang sering dianggap sama
| Istilah | Yang dikira pembeli | Yang sebenarnya diatur |
|---|---|---|
| Rack 42U | 42 perangkat muat | Tinggi ruang pasang, bukan kapasitas daya maupun beban lantai |
| Daya 10 A | Batas atas yang boleh dipakai penuh | Biasanya kapasitas terpasang; beban aman jangka panjang lazim dibatasi sekitar 80% |
| Redundant power | Pasti tidak pernah mati | Ada jalur cadangan — pertanyaannya sampai lapisan mana, dan apakah pernah diuji |
Selisih antara "10 A terpasang" dan "8 A aman dipakai terus-menerus" terdengar kecil, sampai Anda memasang server kedua dan mendapati sirkuitnya sudah penuh. Kapasitas daya, bukan ruang kosong, yang biasanya lebih dulu habis.
Yang bisa Anda minta tertulis
Fasilitas yang dikelola dengan baik tidak keberatan menunjukkan rekaman pemeliharaannya. Keengganan menunjukkan rekaman adalah jawaban tersendiri.
Sepuluh hal berikut semuanya bisa dijawab dengan dokumen, bukan dengan kalimat penenang:
- Kapasitas daya per rack — angka terpasang dan angka aman jangka panjang, beserta biaya bila melebihi.
- Jumlah dan jalur sumber listrik — apakah dua sisi catu daya benar-benar berasal dari jalur berbeda sampai ke rack Anda.
- Konfigurasi UPS dan genset — tingkat redundansi, kapasitas bahan bakar, dan jadwal uji beban terakhir.
- Suhu dan kelembapan — rentang yang dijaga, titik ukurnya, dan apa yang terjadi bila melewati batas.
- Prosedur akses — siapa yang boleh masuk, berapa lama pemberitahuan sebelumnya, dan bagaimana caranya saat keadaan darurat tengah malam.
- Remote hands — cakupan, waktu tanggap, dan biaya di luar jam kerja.
- Cross-connect — biaya per koneksi, waktu pemasangan, dan daftar operator yang sudah ada di gedung.
- Komitmen pemulihan — waktu tanggap dan waktu pemulihan, lengkap dengan sanksi bila terlewat.
- Rekaman pemeliharaan — uji genset, uji baterai UPS, pembersihan filter, kalibrasi sensor.
- Jalur keluar — prosedur dan biaya saat Anda memutuskan pindah, termasuk jendela waktu pengangkutan perangkat.
Cara memakai daftar ini
1. Minta jawaban tertulis, bukan lisan saat kunjungan
Kunjungan fasilitas berguna untuk melihat kerapian, tetapi ingatan tidak bisa ditagih. Jawaban yang masuk ke lampiran kontrak bisa.
2. Uji satu skenario, bukan sepuluh
Ajukan satu situasi konkret: listrik kota padam pukul 02.00, dan salah satu perangkat Anda tidak menyala kembali. Siapa yang menelepon siapa, dalam berapa menit, dan apa yang tercatat sesudahnya. Jawaban yang runtut menunjukkan prosedur yang memang dijalankan.
3. Samakan definisi sebelum membandingkan harga
Penawaran yang memasukkan cross-connect, remote hands, dan kelebihan daya ke dalam harga dasar akan terlihat lebih mahal daripada penawaran yang menagihnya belakangan. Bandingkan setelah semuanya disetarakan.
Contoh perhitungan daya yang sering meleset
Sebuah tim memasang empat server dengan catu daya 750 watt masing-masing, satu perangkat penyimpanan 500 watt, dan dua sakelar jaringan 150 watt. Ditotal di atas kertas: 4.300 watt. Pada sirkuit 10 ampere 220 volt, kapasitas terpasangnya sekitar 2.200 watt — separuh kebutuhan, padahal rack masih terlihat lowong.
Dua koreksi biasanya menyelamatkan perhitungan ini. Pertama, angka pada catu daya adalah kapasitas maksimum, bukan konsumsi sehari-hari; konsumsi nyata sering jauh di bawahnya dan hanya bisa diketahui dengan mengukur, bukan menebak. Kedua, sirkuit tidak dipakai sampai mentok: praktik lazim membatasi beban terus-menerus pada sekitar 80% kapasitas, agar ada ruang untuk lonjakan saat perangkat menyala bersamaan.
Momen paling berisiko justru bukan saat beroperasi normal, melainkan saat menyala kembali setelah listrik pulih. Bila seluruh perangkat menyala serentak, arus sesaatnya bisa melampaui konsumsi normal dan menjatuhkan pengaman. Karena itu tanyakan juga apakah fasilitas mendukung penyalaan bertahap, dan apakah ada catatan konsumsi daya per rack yang bisa Anda pantau sendiri.
Yang benar-benar menentukan
Colocation bukan pembelian ruang, melainkan pembelian kesinambungan operasi: daya yang stabil, pendinginan yang terjaga, akses yang terkendali, dan orang yang mengangkat telepon pada dini hari. Semua itu punya bentuk dokumen.
Bila sebuah penawaran hanya bisa menjelaskan ukuran rack dan harga bulanan, yang Anda bandingkan sebenarnya baru harga sewa ruang — bukan kemampuan menjaga sistem Anda tetap menyala.